Inikah Tempat Berfoto Paling Keren di Yogyakarta?

Telah pernah dengar nama Bukit Parangendog di Yogyakarta? Untuk traveler yang telah pernah kesana, pasti setuju bila tempat ini adalah salah satu spot foto paling keren di Yogyakarta. Bila mudik ke ‘Kota Gudeg’, harus singgah kesini.

Anda pernah berkunjung ke Pantai Parangtritis, Yogyakarta? Bukit Parangendog tidak jauh dari pantai populer itu, cuma seputar 1 km ke arah timur, tepatnya di perbatasan Bantul serta Gunungkidul. Selepas Pantai Parangtritis, jalanan menanjak seputar 500 mtr..

Namun tenang, kendaraan dapat naik kok hingga tempat parkir. Tak ada ticket masuk, cukup bayar biaya parkir. Dari tempat parkir, pengunjung cukup jalan kaki tidak hingga 5 menit, sampailah di bukit dengan view indah ini.

Dari puncak Bukit Parangendog, sejauh mata melihat terhampar Pantai Parangtritis, Pantai Parangkusumo, sampai Pantai Depok. Buka cuma itu, saya juga nikmati hijau hamparan pohon-pohon serta sawah dan perkampungan dari ketinggian. Yang tidak kalah seru, dari tempat ini, kita juga dapat lihat Gumuk Pasir yang juga populer itu. Seluruhnya serba kecil serta mirip maket saja. Hehehe.

Sesungguhnya, Bukit Parangendog yaitu tempat take off paralayang. Oleh karena itu, bukit ini dapat popular dimaksud Bukit Paralayang. Bila memanglah mau uji nyali, tak ada kelirunya nikmati paralayang ditempat ini.

Tempat pendaratan pas di bibir Pantai Parangtritis. Bila paralayang terlampau menantang, ada kok kesibukan lain yang juga bikin berolahraga jantung. Berfoto di pinggir beton yang ada di segi barat bukit.

Saya awalannya coba duduk disini sendiri. Sensasinya itu seru-seru enak. Hehehe. Terlebih angin kencang yang berhembus di kaki serta punggung seperti menggoda keseimbangan badan. Namun, lama-lama saya malah ketagihan. Istri saya yang awalannya takut juga pada akhirnya berani coba. Serta, jadilah foto berdua ditempat ekstrem ini jadi salah satu peristiwa terindah kami. Hehehe.

Kunjungan paling baik di Bukit Parangendog, menurut saya, yaitu sore hari sembari menanti sunset. Pada siang hari, cuaca ditanggung panas lantaran tak ada tempat berteduh. Sedang saat pagi hari, mungkin saja view dibawah bukit agak gelap lantaran sinar matahari pasti terhambat bukit.

Nah, di sore hari, cuaca telah bersahabat (asal tak mendung atau hujan). Sunset-nya juga indah. Bahkan juga, bila Anda sabar, beritanya panorama after sunset juga memesona.

Tetapi, saat itu saya sangat terpaksa turun mendekati matahari terbenam. Karena, ada satu tempat lagi yang bikin saya penasaran, yakni Gumuk Pasir. Walau sekian, saya telah cukup senang uji nyali di Bukit Parangendog. Sedikit panduan, bila mau berlama-lama disini, bawa minuman lantaran tak ada pedagang disana. Namun ingat, janganlah tinggalkan sampah. Kita mau kebersihan serta keindahan tempat ini terus terbangun kan?

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s